Uji Aktivitas Ekstrak Air Kulit Delima (Punica granatum L.) terhadap Pertumbuhan Rambut Kelinci Jantan
DOI:
https://doi.org/10.66340/dhcbvk64Kata Kunci:
kulit buah delima, Pertumbuhan rambut, kelinci jantanAbstrak
Buah delima (Punica granatum L.) sejak dahulu sudah dipergunakan sebagai pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas ekstrak air kulit buah delima terhadap peningkatan pertumbuhan rambut kelinci lokal jantan. Percobaan ini dilakukan pada hewan uji yaitu kelinci. Punggung kelinci diberi perlakuan dengan mencukur hingga tidak ada sehelai pun rambut yang berada dikulit. Punggung kelinci yang sudah bersih dibagi menjadi 6 kelompok uji dengan ukuran permukaan 2cm x 2 cm. Pengujian pertumbuhan rambut pada punggung kelinci. Penelitian ini dilakukan dengan membagi hewan uji menjadi 6 kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari 4 ekor kelinci. Kelompok perlakuan terbagi menjadi kontrol positif (Minoxidil 2%), kontrol negatif (aquadest), kontrol normal (tidak diberi perlakuan) dan kelompok konsentrasi ekstrak yaitu (3%, 5% dan 10%). Pengolesan dilakukan dua kali sehari pagi dan sore. Pengukuran panjang rambut dilakukan pada hari ke-9, 12, 15, 18, dan 21. Berdasarkan hasil uji post hoc LSD menunjukkan bahwa konsentrasi 5% memberikan efek pertumbuhan rambut yang paling optimal dengan hasil yang tidak berbeda signifikan dari kontrol positif (p= 0,068). Pada Kontrol Positif terdapat perbedaan bermakna (p < 0,05) dengan ekstrak air kulit buah delima konsentrasi 3%, konsentrasi 10%, Kontrol Negatif dan Kontrol Normal. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak air kulit buah delima (Punica granatum L.) konsentrasi 5% dapat meningkatkan pertumbuhan rambut secara optimum.
Referensi
Anisah, S., Prabandari, S., & Ikhsanudin, M. (2017). Pengaruh konsentrasi ekstrak daun teh (Camellia sinensis L.) sebagai pertumbuhan rambut pada kelinci (Lepus spp. ) dengan metode maserasi. Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, 6(2). https://doi.org/10.30591/pjif.v6i2.589
Ateeq Ahmad, S. S. (2015). A New Topical Formulation of Minoxidil and Finasteride Improves Hair Growth in Men with Androgenetic Alopecia. Journal of Clinical & Experimental Dermatology Research, 06(01). https://doi.org/10.4172/2155-9554.1000253
Bhinge, S. D., Bhutkar, M. A., Randive, D. S., Wadkar, G. H., Todkar, S. S., Savali, A. S., & Chittapurkar, H. R. (2021). Screening of hair growth promoting activity of Punica granatum L. (pomegranate) leaves extracts and its potential to exhibit antidandruff and anti-lice effect. Heliyon, 7(4), e06903. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e06903
Daud, A., Suriati, S., & Nuzulyanti, N. (2020). Kajian Penerapan Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Penentuan Kadar Air Metode Thermogravimetri. Lutjanus, 24(2), 11–16. https://doi.org/10.51978/jlpp.v24i2.79
Departemen Kesehatan RI, RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia Edisi II Tahun 2017 (2 ed.). Kemenkes.
Du, F., Li, J., Zhang, S., Zeng, X., Nie, J., & Li, Z. (2024). Oxidative stress in hair follicle development and hair growth: Signalling pathways, intervening mechanisms and potential of natural antioxidants. Journal of Cellular and Molecular Medicine, 28(12), e18486. https://doi.org/10.1111/jcmm.18486
Harris, B. (2021). Kerontokan dan kebotakan pada rambut. Ibnu Sina, 20(2).
Krisnawati, M. (2020). Uji aktivitas sediaan krim ekstrak etanol daun pare (Momordica charantia L.) Terhadap pertumbuhan rambut kelinci galur lokal. Jurnal Ilmiah Farmacy, 7.
Santika, M., Qonitah, F., & Ariastuti, R. (2024). Evaluasi sifat fisik sediaan. 02(02).
Sari, R. P., & Laoli, M. T. (2019). Karakterisasi simplisia dan skrining fitokimia serta analisis secara klt. JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasiimelda), 2(2).









