Optimasi Dispersi Padat  Terner (Meloksikam:PVP K-30:Tween 80) Dengan Metode Pelarutan

Penulis

  • Sulastari Cahyani Institut Kesehatan Mitra Bunda Penulis
  • Gressy Novita Sari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau Penulis
  • Nessa Agistia Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau Penulis

DOI:

https://doi.org/10.66340/5gzpxx26

Kata Kunci:

Meloksikam, PVP K-30, Tween 80, dispersi padat

Abstrak

Meloksikam adalah salah satu jenis obat OAINS (obat nonsteroid antiinflamasi) yang bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase-2 dan memiliki kemampuan untuk mengurangi peradangan. Meloksikam termasuk dalam kategori BCS kelas II, yaitu obat yang mudah menembus membran tetapi kurang larut dalam air. Salah satu cara untuk meningkatkan daya larut dari meloksikam adalah dengan menggunakan dispersi padat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak dari penggunaan kombinasi PVP K-30 dan Tween 80 terhadap titik leleh dispersi padat, kecepatan pelepasan meloksikam dari dispersi padat, serta menentukan komposisi terbaik dari kedua bahan tersebut dengan metode desain faktorial. Untuk menguji titik leleh digunakan alat digital melting point apparatus, sedangkan untuk menguji persentase pelepasan dilakukan pengujian disolusi secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi PVP K-30 dan Tween 80, maka titik leleh semakin menurun dan persentase pelepasan meloksikam semakin meningkat. Komposisi terbaik yang diperoleh adalah dengan menggunakan 500 mg PVP K-30 dan 150 mg Tween 80, yang memberikan titik leleh terendah sebesar 219,033°C dan persentase pelepasan terbesar sebesar 100,412%. Komposisi terbaik ini kemudian dikarakterisasi menggunakan metode FTIR.

Referensi

Amidon, G.L., Lennernas, H., Shah, and V.P., Crison , J.R. 1999. A TheoreticalBasis For A Biopharmaceutic Drug Classification: The Correlation of In Vitro Drug Product Dissolution and In Vivo Bioavailability Pharmaceutical Research. 12: 413–420.

Aprilianio, E., Sari, L., Irawan, E. 2017. Optimasi Sodium Starch Glycolate dan

Food and Drug Administration. 2008. Guidance for Industry: Orally Disintegrating Tablets. Cebter for Drug Evaluation and Research. USA.

Kurniawan,H., Wisudyaningsih, W., dan Nurrahmanto, D. 2016. OptimasiKombinasi Polietilenglikol Sebagai Bahan Pembawa Pada Dispersi Padat Gliben Klamid Dengan Desain Faktorial. E-Jurnal Pustaka Kesehatan.4(1): 27-34.

Majerik V., Charbit G., Badens E., Horváth G., Szokonya L.,Bosc N. et al. 2007.Bioavailability enhancement of an active substance by supercritical antisolvent precipitation. J. Supercrit Fluids. 40(1): 101–110.

Mohammed, F.A. 2012. Formulation And Evaluation: Solid Dispersion Of Meloxicam By Solvent Evaporation Method. International Journal of Pharmacy and Therapeutics. 3(1): 28-35.

Muth, J. E. De. 1999. Basic Statistic and Pharmaceutical Statistical Applications. Marcel Dekker, Inc. New York.

Nagarajan. K., Gopal R. M., Dutta, S., Pavithra R., & Swetha, G. 2010. Formulation and Dissolution Studies of Solid Dispersions of Nifedipine. Indian Journal of Novel Drug delivery. 2(3): 96-98.

Seedher, N and Bhatia, S. 2003. Solubility Enhancement Of Cox-2 Inhibitors Using Various Solvent Systems. American Association of Pharmaceutical Scientists. 4: 36–44.

Singh, J. dan R. Singh. 2009. Optimazation and Formulation of Orodispersible Tablets of Meloxicam. Tropical Journal of Pharmaceutical Research. 8(2):153-159.naga

Sweetman SC, Martindale. 2009. The Complete Drug Reference. Thirty-sixth Edition. Pharmaceutical Press. London.

Vasconcelos, T., Sarmento,B.,and Costa, P.2007. Solid dispersions as strategy to improve oral bioavailability of poor water soluble drugs. Drug Discov.Today. 12(23-240): 1068-1075.

Vo,C.,Park,C., and Lee, B.J. 2013. Current trends and future perspectives of solid dispersion containing poorly water-soluble drugs. Eur.J.Pharm. Biopharm.,85(3 Pt B): 799-813.

Diterbitkan

2026-02-03

Cara Mengutip

Optimasi Dispersi Padat  Terner (Meloksikam:PVP K-30:Tween 80) Dengan Metode Pelarutan. (2026). FARMESTRA: Jurnal Pelayanan Dan Teknologi Kefarmasian Indonesia, 3(02), 70-78. https://doi.org/10.66340/5gzpxx26